Sunday, November 14, 2010

KENWOOD TR-9130 TRANSCEIVER 2 M BAND YANG DIBURU KOLEKTOR

Kenwood TR-9130 adalah salah satu jenis transceiver VHF yang diproduksi oleh Kenwood Corp. sekitar tahun 1980-an dan kini sudah tidak diproduksi lagi sejak tahun 90-an. Transceiver VHF ini bekerja pada Freqwensi Range 144-146 MHz.

Radio transceiver ini sangat digemari oleh para amateur (sebutan bagi penggemar radio komunikasi) khususnya pada band 2 meter.

Pada kesempatan kali ini akan saya review mengapa Radio transceiver ini sangat digemari oleh para pengguna 2 meter band dan tentunya diburu oleh para kolektor radio komunikasi 2 meter band.

KEUNGGULAN & KEKURANGAN
Dikalangan maniac racing 2m band TR 9130 menjadi radio yang sangat favorit, karena mempunyai fasilitas RF Gain. Yang berfungsi mengatur "gain" sinyal penerima sehingga memudahkan untuk mendapatkan sinyal terbaik apabila menggunakan antena directional atau pengarah.

Disisi lain TR 9130 mempunyai fasilitas jalur komunikasi yang dapat dipilih seperti : FM, USB, LSB,CW. Tapi pada kenyataannya jarang sekali menggunakan jalur USB, LSB, maupun CW utk berkomunikasi di 2m band.
Power out standar 25w, dibanding dengan radio komunikasi keluaran terbaru jelas sangat tertinggal. Misal : Kenwood TM 271, Icom V8000 dll, dengan power out diatas 50w.

Menurut saya keberadaan TR 9130 dengan nilai "historisnya" merupakan radio komunikasi yang banyak diburu oleh kalangan "breaker". Bahkan ada rumor yang mengatakan " Kalo belum menggunakan TR 9130, belum dianggap breaker sejati" >> Apa iya? 

Hal inilah yang menaikkan derajat status TR 9130 diperingkat atas untuk harga. Coba bayangkan harga TR 9130 dgn kondisi 2nd (barunya sdh tdk diproduksi lagi), harga dibandrol rata-rata diatas 2jt tergantung kondisi. Wuih.........., bahkan yang masih dalam kondisi bagus 99% lengkap dus sama manual booknya harga bisa sekitar 5 s/d 6 juta, bandingkan dengan radio transceiver baru,  kita bisa mendapatkan 3 radio keluaran baru dengan fasilitas lebih canggih dan power out lebih gede. Menariknya lagi ada diantara teman-teman saya, yang hobby mengkoleksi radio ini mempunyai TR-9130 masih betul-betul baru, malah dia menjamin radio koleksinya itu cuma sekali dihidupkan dan dimasuki arus DC, kala waktu dicoba pada saat membeli barunya dulu .... wahhh kebayang ngga ?

RF power TR 9130 didukung oleh modul final M57727 dgn lambang Tiga Berlian dari Mitsubishi. Dengan pilihan output Hi : 25w, Lo : 5w. Sedangkan radio keluaran baru Hi : >50w, Mid : 10w, Lo : 5w. Tapi dikalangan amatir radio TR-9130 bisa diupgrade power outputnya lebih dari 50w.
Harga final TR 9130 M57727 dipasaran Indonesia dipatok dgn harga kisaran 1-1,5jt. harga setara dengan radio keluaran baru yang tinggal pake aja. 

Ada beberapa teman berpendapat bahwa TR-9130 mempunyai kelebihan receiver yang sangat bagus dan tidak bisa dibandingkan dengan receiver pada radio baru. Dan memang, pada kenyataannya pada radio-radio lama cenderung mempunyai receiver yang “bagus” dimana mereka mampu menangkap pancaran yang lemah tetapi di sisi lain mampu membatasi “pancaran liar” yang ada (splatter). Hal tersebut pantas saja dimiliki oleh radio-radio type lama, mengingat mereka mempunyai blok rangkaian receiver yang sangat besar.
Kelebihan tersebut secara fakta memang tidak dimiliki oleh radio type baru, semacam TM-271. Pada beberapa kasus pancaran lawan bicara yang sangat kecil, dimana radio baru sulit untuk menerima tetapi masih bisa diterima (walaupun dengan susah payah) oleh radio lama sekelas TR-9130. Akan tetapi, hal-hal tersebut dapat dibenahi dengan pemilihan antenna yang baik dan tepat.

Adapun bentuk blok receiver yang cenderung lebih besar pada TR-9130 dibanding dengan TM-271, menurut analisa kami hanyalah karena pada saat itu (disaat TR-9130 keluar) belum ditemukan rangkaian IC sehingga dapat menghemat beberapa komponen transistor ataupun semikonduktor yang ada, walhasil pada era 1980-an karena masih menggunakan transistor otomatis akan memakan tempat yang besar (walaupun penggunaan IC memungkinkan beberapa faktor seperti frekwensi kerja akan terkoreksi).

Ada satu hal yang menarik yang dimiliki oleh TR-9130, dimana radio tersebut walaupun hanya mempunyai RF power sebesar 25 watt tetapi dapat di “branchmark” menjadi keluar 150 watt. Dan inilah salah satu faktor kenapa radio tersebut sampai saat ini masih diburu para amatir radio.
Sebetulnya masih ada sebuah feature yang mempunyai nilai lebih yang dipunyai oleh TR-9130, yaitu “all mode”. Dengan ‘all mode” ini, TR-9130 tidak hanya mempunyai kesempatan untuk “main” di mode FM saja, tetapi dapat juga untuk mode “SSW” dan “CW”. Namun hal ini justru menjadi tidak berguna, karena seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini kita tidak menemukan orang berkomunikasi pada band VHF dengan mode SSW apalagi CW.

Diluar kelebihan-kelebihan yang ada pada radio lama TR-9130 tentu saja ada banyak kelemahan yang bersifat fungsional yang memungkinkan pengguna radio tersebut menjadi “garuk-garuk kepala” karena “gemes”. Salah satunya adalah keterbatasan memory yang ada. TR-9130 hanya memiliki 6 chanel memory yang tentu saja di jaman sekarang ini dimana kita mempunyai banyak “frekwensi singgah” yang kita kunjungi, akan sangat repot untuk dapat memasukkan “mereka” ke dalam memory TR-9130.

Keterbatasan yang lain adalah fungsi duplex yang dimiliki TR-9130, yang hanya memiliki 600 khz duplex +/-. Tentu saja, saat ini dimana masing-masing pihak mempunyai kebebasan mendirikan repeater tanpa menganut “kovensi bersama”, dimana frekwensi duplex haruslah +/- 600 khz, sehingga apabila kita ingin bergabung dengan repeater dengan duplex diluar “konvensi bersama” tersebut dan kita ingin menyimpannya ke dalam memory sangatlah tidak memungkinkan. Satu-satunya cara adalah tidak dengan memasukkan frekwensi repeater tersebut ke dalam memory, tetapi pada session VFO. Hal ini mengandung kelemahan yaitu apabila radio dalam keadaan mati dan tidak mendapatkan catudaya listrik, maka setting tersebut akan reset kembali dan kita mesti setting ulang setiap menyalakan radio. Hal-hal yang menjadi kelemahan dari TR-9130 telah dikoreksi oleh produk-produk yang lebih baru. Dan untuk kelas VHF transceiver dari Kenwood tentu saja TM-271 adalah produk terakhir mereka.

Keterbatasan memory, fungsi duplex serta RF power yang tidak lagi “kecil” yaitu sebesar 60watt akan menjadi faktor yang menarik yang ada pada radio ini disamping feature-featur canggih lain yang tidak mungkin ada pada radio lama seperti fungsi digital.

Untuk kualitas audio, walaupun tidak “se-empuk” milik TR-9130, radio VHF milik Kenwood keluaran tahun 2003 ini masih unggul dibandingkan radio merk lain yang sekelas — dan memang sepertinya menjadi keunggulan tersendiri dari produk-produk Kenwood dalam hal kualitas audionya.

Sedangkan untuk modulasi, jelas TM-271 jauh lebih bagus dibandingkan dengan TR-9130. Dimana pada radio-radio lama, kualitas modulasi biasanya “ala kadarnya”, tanpa sentuhan mic processor, sehingga cenderung “keluar sama seperti suara orang yang ngomong”. Pada TM-271 memiliki modulasi yang lebih “enak di dengar”, sehingga mungkin belum dibutuhkannya mic compressor tambahan yang biasa menjadi “barang wajib” bagi pemilik radio lama untuk meningkatkan kualitas modulasinya. (namun dalam beberapa kasus, tetap saja para amatir radio melengkapi unit tambahan berupa mic compressor untuk lebih memantabkan kualitas modulasi dari TM-271).

Dalam hal RF Power, TM-271 mempunyai 65 watt pada HIGH, dan langsung 25 Watt pada LOW. Saya tidak tahu, apakah para engineer Kenwood “lupa” memberikan tingkatan “MIDDLE” pada RF Power, sehingga harusnya (harus menurut saya ), HIGH=60Watt, MIDDLE=25Watt dan LOW=10Watt. Jadi apabila kita masih tetep bisa main “santai” dengan power yang kecil. Tetapi, untuk masalah RF power ini, tidak jadi alasan untuk mencomparasi antara TR-9130 dengan TM-271, karena pada TR-9130 RF Power dapat di adjust (baca di “paksa”) menjadi keluar 150Watt — walaupun mesti keluar duit lagi untuk proses ini.

Mengapa sebuah radio lama TR-9130 mempunyai harga sedemikian fantastis apabila diukur dengan kemampuan yang dimiliki?
Kalau anda beranggapan bahwa sebuah tindakan yang rugi untuk membeli sebuah radio tua dengan beberapa keterbatasan, maka sesungguhnya anda belum mencapai kedudukan untuk itu.

Bagi yang memilih dan membeli TR 9130 adalah kepuasan bathin sebagai kolektor dari pada fungsi sebagai radio komunikasi 2m band.

 

3 comments:

YC 8 PN said...

.....benar, kenwood type TR 9130 ini mempunyai nilai history, saat itu baru belajar nge-brik pake TR + echo chamber daiwa, saat ini saya lagi koleksi TR 9130 ( 2 buah), TR 7950, TR 751a, TR 9000...... hehehe "Kepuasan Bathin" thanks ulasannya...

SUGENG RIYADI said...

Pakde2 n Om2 adakah yang bisa mengirimi saya buku manual Pesawat Radio HT Weierwei Vev V8 Plus VHF, saya baru beli second tidak ada buku petunjuknya sehingga agak kesulitan dalam pemakaiannya, kirimkan ke alamat email saya ya kalau bisa di : pembangunana222@yahoo.com
Terima kasih n matur Nuwur Pakde2 n Om2 atas perhatiannya.

agan ku said...

Omong kosong radioskrng ajaa lebih bagus itu kan orang breker jaman dulu yg bilang tr 9130 lebih bagus orang gila kalau emang 9130 lebih bagus kenapa pabrik nya ndak buat karna harga lebih bagus .kalau saya yang penting bisa komunikasi .ini aja sy punya tak pakai ganjel pintu gudang .

Post a Comment